Bola Voli Sejarah Hingga Teknik Dasarnya

Bola voli merupakan cabang olahragayang para pemainnya dituntut untuk dapat menjalin kerja sama yang baik dengan anggota tim guna menyerang area lawan. Permainan ini disebut mampu mendukung kecerdasan, karena merangsang koordinasi otak menjadi semakin baik.

Sejarah Bola Voli
Mengutip buku ajar “Permainan Bola Voli” oleh Drs. Syahrizal, permainan bola voli diciptakan oleh William C. Morgan, seorang direktur pendidikan jasmani pada organisasi Young Man Christian Assosiation (YMCA) pada 1895 di Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat.

Bola voli diciptakan awalnya bertujuan mengembangkan kesegaran jasmani para buruh di samping bersenam umum. Permainan bola voli dicanangkan untuk menggantikan olahraga basket yang dianggap terlalu melelahkan.

Di awal kelahirannya, permainan bola voli diberi nama Mintonette, dengan jumlah pemain yang tidak ditentukan. Hingga pada 1896, Alfred T. Halstead mengubah nama Mintonette menjadi bola vola. Menurutnya, nama tersebut lebih cocok, sebab mengacu pada ciri permainan, yakni melambungkan bola sebelum menyentuh tanah (volleying).

Di Indonesia, bola voli sudah diperkenalkan dan diajarkan oleh seorang guru pendidikan jasmani Belanda yang bertugas di sekolah lanjutan (HBS dan AMS). Hanya saja, saat itu bola voli belum mendapat tempat di hati masyarakat.

Menjelang kemerdekaan Indonesia, barulah bola voli mulai dikenal luas dan digemari. Hingga pada 1951, permainan bola voli secara resmi dipertandingkan dalam PON II di Jakarta. Pertengahan 1954, pengurus Ikatan Perhimpunan Volley Ball Seorabaja (IPVOS) dalam rapatnya antara lain memutuskan untuk membentuk suatu induk organisasi bola voli di Indonesia.

Peraturan Bola Voli
Mengutip buku pendidikan jasmani “Melatih Gerak dengan Bola” oleh Widayanti, dkk, pemain bola voli harus melambungkan bola dengan melakukan passing dan melewati net tidak lebih dari tiga kali sentuhan.

Pemenang dalam bola voli adalah tim yang pertama kali memperoleh skor 25 atau harus berselisih dua angka antar setiap regu.

Adapun sarana dan prasarana permainan bola voli terdiri dari lapangan, net, dan bola voli. Sarana yang digunakan pemain meliputi kaos tim dan sepatu olahraga.

Bermain bola voli tidak harus dilakukan oleh enam orang, bisa dilakukan oleh empat orang dengan saling melakukan passing.

Selain itu terdapat sejumlah prasarana standar yang telah ditentukan oleh Federation Internationale de Volleyball (FIVB), di antaranya ukuran lapangan, bola, net, dan rot.

Ukuran Lapangan
Menurut FIVB, ukuran lapangan bola voli yaitu 9 x 18 meter dengan garis batas serang pemain belakang berjarak 3 meter dari garis tengah (sejajar dengan jaring). Garis tepi lapangan harus berukuran 5 cm.

Daerah serang adalah daerah yang dibatasi oleh garis tengah lapangan dengan garis serang seluas 9 x 3 meter. Panjang garis samping; 18 meter, lebar lapangan; 9 meter, dan lebar garis serang; 3 meter.

Adapun kriteria bola dalam permainan bola voli, yaitu:

* Bulat.
* Terbuat dari kulit lunak atau bahan sintetis.
* Memiliki kombinasi warna.
* Berdiameter cm dengan massa gram.
* Tekanan dalam dari bola sekitar 0.30-0.325 kg/cm2.

Jaring/Net
Jaring atau net dipasang untuk membagi wilayah kedua tim yang bermain. Tinggi net untuk permaian bola voli laki-laki yakni 2,43 meter. Sedangkan untuk bola voli perempuan setinggi 2,24 meter.

Rod Antena
Rod antena merupakan bagian dari jaring atau net bola voli. Antena ini merupakan tongkat lentur yang dijadikan sebagai batas samping dari area penyeberangan bola.

Papan Skor
Papan skor adalah sebuah papan khusus yang menjadi pencatat skor kedua tim saat bermain. Papan ini bergunan untuk memudahkan petugas melakukan pencatatan skor untuk kedua tim ketika pertandingan sedang berlangsung.

Teknik Dasar Bola Voli
Untuk bermain bola voli dengan baik, terdapat beberapa teknik dasar yang mesti dipahami dan dikuasai, yakni servis, passing, smash, dan bendungan.

Servis
Servis adalah pukulan bola yang dilakukan dari belakang garis akhir lapangan permainan sampai melewati net ke daerah lawan.Teknik ini biasanya dilakukan dengan pukulan keras dan kecepatan tinggi. Tujuannya agar pemain lawan tidak dapat mengendalikan bola serta mendapatkan angka.

Ada bermacam-macam jenis servis, yaitu servis atas kepala (overhead service), servis tangan bawah (underhand service) dan servis loncat (jump service).

Passing
Passing adalah mengoperkan bola kepada pasangan main untuk dimainkan di dalam area tim sendiri. Passing dibedakan menjadi dua macam, yaitu passing atas dan passing bawah.

Passing atas dilakukan dengan melakukan sikap tangan pada saat akan menerima bola, perkenaan bola pada jari-jari tangan, gerakan lengan mendorong bola ke atas, siku dan lutut sedikit ditekuk untuk memberikan dorongan saat melakukan passing.

Passing atas dilakukan dengan posisi badan sedikit condong ke depan dan kepala menghadap ke atas. Teknik ini sering digunakan apabila ada bola yang berada di atas kepala yang berhadapan lurus dengan posisi badan dan untuk menerima servis.

sementara itu, passing bawah dilakukan dengan cara lengan lurus dirapatkan, perkenaan bola di antara kedua lengan, gerakan lengan diayunkan dari bawah ke atas sampai lurus dengan bahu, lutut sedikit ditekuk dan kaki dibuka selebar bahu.

Dalam permainan bola voli, passing bawah digunakan untuk pertahanan sebuah tim, saat ada serangan oleh lawan.

Smash atau Spike
Teknik penyerangan dalam permainan bola voli disebut smash. Smash atau spike adalah teknik serangan atau pukulan bola di udara sambil meloncat. Pukulan dilakukan dengan keras dan menukik yang diarahkan ke area lawan.

Bola bergerak melewati atas jaring dan mengakibatkan pihak lawan sulit mengembalikannya. Smash yang efektif ialah dengan cara memukul bola dari atas jaring. Smash dalam permainan bola voli merupakan pukulan ketiga dari sebuah tim.

Pukulan pertama biasa dilakukan dengan pass, pukulan yang kedua dilakukan dengan teknik set oleh setter, dan pukulan ketiga adalah smash.

Smash merupakan suatu teknik yang mempunyai gerakan kompleks. Dalam teknik smash, seorang spiker (penyerang) harus memperhatikan empat langkah dasar dalam melakukan spike, yaitu langkah awalan (approach), lompatan, memukul bola dan posisi mendarat. Pemukulan bola pada saat melakukan spike dilakukan di udara.

Block atau Bendungan
Block atau bendungan merupakan teknik bertahan yang dilakukan di atas net. Teknik ini digunakan untuk menahan smash dari lawan. Adapun cara melakukan block, yaitu:

* Menahan serangan lawan agar bola tidak mampu menyeberangi net dan tetap berada di area lawan.
* Memperlambat gerakan bola yang telah di-smash oleh pemain lawan, sehingga lebih mudah untuk di kendalikan.

Block dapat dilakukan oleh satu, dua, bahkan tiga pemain. Block dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu block aktif dan block pasif. Block aktif dilakukan dengan cara menggerakkan tangan dengan kuat dan lengan dekat sekali dengan net. Sedangkan, block pasif dilakukan dengan menjulurkan tangan ke atas tanpa digerakkan.

Keberhasilan block dapat ditentukan oleh loncatan yang tinggi dan kemampuan pemain menjangkau bola yang telah dipukul oleh lawan.

Terdapat empat tahap dalam melakukan block terhadap serangan lawan, yaitu persiapan (mengamati arah gerakan bola), melakukan lompatan, tangan menyentuh bola, dan mendarat.