Piala Dunia 2022 Profil Timnas Jerman Sejarah Dan Mesin Baru Der Panzer Di Qatar

TEMPO.CO, Jakarta – Sebagai negara dengan jumlah trofi Piala Dunia terbanyak kedua, timnas Jerman telah menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Tim ini menjadi sorotan pada babak semifinal Piala Dunia 2014 setelah mengalahkan Brasil 7-1 dan memenangkan trofi setelah memupuskan perlawanan Argentina yang sedang dalam performa terbaiknya.

Capaian 2014 membuat Jerman mendekati rekor Brasil sebagai pemilik gelar Piala Dunia terbanyak dalam sejarah sepak bola. Total, Der Panzer sudah mengoleksi empat kali gelar juara pada edisi 1954, 1974, 1990 dan 2014.

Jerman memastikan tiket ke Piala Dunia 2022 setelah memuncaki klasemen Grup I Kualifikasi Zona Eropa. Mereka mengumpulkan 27 poin dengan torehan sembilan kemenangan dan sekali hasil imbang. Di Qatar, mereka berada di Grup E bersama Spanyol, Jepang dan Kosta Rika.

Edisi 2022 akan menjadi partisipasi Piala Dunia ke-20 bagi Jerman. Tim berjuluk Der Panzer itu pertama kali mengikuti Piala Dunia pada 1930. Mereka mulai menunjukkan taringnya pada edisi 1954. Saat itu, Jerman Barat, yang dikapteni Fritz Walter, bertemu Turki, Yugoslavia dan Austria. Melawan tim favorit Hungaria di babak penyisihan grup, mereka kalah 3-8.

Namun, tim Jerman Barat bertemu lagi dengan Hungaria yang saat itu tidak terkalahkan selama 32 pertandingan berturut-turut. Jerman Barat akhirnya menang 3-2 lewat gol yang dicetak oleh Helmut Rahn. Keberhasilan itu disebut “Bern Miracle” (Das Wunder von Bern).

Menjadi tuan rumah Piala Dunia 1974, Jerman memenangkan Piala Dunia kedua setelah mengalahkan Belanda 2-1 di final yang berlangsung di Munchen. Babak penyisihan grup, saat itu, menampilkan pertandingan bermuatan politik saat Jerman Barat melawan Jerman Timur yang berakhir dengan skor 0-1.

Namun, Jerman Barat melaju ke final melawan tim Belanda yang dipimpin Johan Cruijff dan Total Football-nya. Belanda memimpin lewat tendangan penalti. Namun, Jerman Barat menyamakan kedudukan melalui penalti Paul Breitner, dan memenangkannya dengan penyelesaian sempurna Gerd Müller mengakhiri perlawanan De Oranje.

Pada Piala Dunia 1990 di Italia, Jerman Barat memenangkan gelar Piala Dunia ketiga. Saat itu, Lothar Matthäus hadir sebagai kapten. Mereka mengalahkan Yugoslavia (4–1), UEA (5–1), Belanda (2–1), Cekoslowakia (1–0) dan Inggris (1–1, 4–3 melalui adu penalti). Toreha itu mengantarkan mereka dalam perjalanan ke pertandingan ulang final 1986 melawan Argentina di Roma.

Jerman Barat menang 1-0, berkat gol penalti tunggal yang dicetak Andreas Brehme pada menit ke-85. Franz Beckenbauer, yang memenangkan Piala Dunia sebagai kapten tim nasional pada tahun 1974, menjadi orang pertama yang memenangkan Piala Dunia sebagai kapten dan manajer. Ia juga tercatat sebagai orang kedua yang sukses sebagai pemain dan manajer setelah Mario Zagallo dari Brasil.

Pelatih dan Pemain

Kursi kepelatihan Jerman saat ini dipegang oleh Hansi Flick. Ia menggantikan Joachim Loew yang berhasil membawa Jerman meraih gelar Juara Dunia 2014.

Hansi Flick tidak asing lagi dengan timnas Jerman. Pada tahun , ia menjadi asisten dari Joachim Loew. Secara tidak langsung, Flick punya peran membentuk skuad Jerman yang menjadi juara dunia. “Saya punya kenangan buruk dengan Spanyol. Tapi saya pikir ini tidak akan terjadi dua kali,” kata Flick dikutip dari Football-Espana.