Sejarah Bola Voli Di Dunia Dari Awal Hingga Sekarang

Sejarah voli di dunia– Olahraga bola voli merupakan salah satu cabang olahraga yang berasal dari Amerika dan memiliki kepopuleran cukup tinggi di berbagai macam negara.

Bola voli memiliki kebanggan tersendiri bagi para penggemar sport, karena diperkirakan angka partisipasi secara global mencapai sekitar kurang lebih 900 juta orang.

Baik bola voli yang dimainkan secara indoor ataupun outdoor dan menyebar di seluruh dunia, dengan lebih dari 220 federasi nasional yang berafiliasi terdaftar di FIVB ( Fédération Internationale de Volleyball).

Setidaknya seminggu sekali sekitar 800 juta orang di seluruh dunia bermain bola voli.

Pada tahun 2017, olahraga bola voli dianggap sebagai olahraga paling populer di urutan ke lima di dunia.

Hal ini telah menjadi bagian dari banyak acara olahraga besar, termasuk Olimpiade, Commonwealth Games (hanya bola voli pantai), European Games, Asian Games, dan Youth Olympics.

Cabang olahraga bola voli dapat dimainkan oleh 2 tim dan setiap tim yang berjumlah 6 orang inti dan pemain cadangan, permainan ini tidak hanya dimainkan di lapangan saja, namun ada juga yang dimainkan di pantai.

Banyak yang mengatakan jika permainan bola voli ternyata memiliki hubungan erat dengan sejarah munculnya permainan bola basket.

Untuk mengetahui lebih jelas tentang awal mula sejarah bola voli di dunia dan terbentuknya permainan bola voli, mari kita simak pembahasannya.

Sejarah Terbentuknya Permainan Bola Voli di Dunia

Pada dasarnya permainan bola voli sudah dikenal lama di Romawi sejak abad pertengahan, dari Italia kemudian permainan ini dibawa ke Jerman tahun 1893 dengan nama Faustball.

Lapangan faustball memiliki ukuran 50 x 20 meter dan menggunakan net yang memiliki tinggi 2 meter dengan menggunakan tali.

Pada zaman itu bola voli yang digunakan memiliki ukuran 70 cm, dengan jumlah pemain untuk masing-masing tim 5 orang.

Meskipun permainan ini sudah ada sejak zaman Romawi, namun cabang olahraga modern dianggap mulai lahir pada tahun 1895.

Sejarah bola voli di dunia berawal dari sosok William G. Morgan yang merupakan seorang guru olahraga di Holyoke, Mssachusetts. Yang lahir pada 23 Januari 1870 di Lockport, New York.

William G. Morgan saat kuliah di Springfield College, ia berteman dengan James Naismith yang merupakan seorang penemu bola basket.

Selesai tamat kuliah ia melanjutkan untuk mengajar pendidikan jasmani kepada pengusaha muda di YMCA (Asosiasi Pemuda Kristen) yang pada saat itu kebanyakan dari mereka berusia lanjut.

Pada saat itu permainan olahraga yang populer adalah permainan bola basket, bisbol, tenis, serta bola tangan.

Tepat pada tanggal 9 Februari 1895 menjadi tahun terpenting pasa sejarah bola voli di dunia, bertempat di Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat, saat ia mengajari pendidikan jasmani, Willam G. Morgan menyadari bahwa permainan populer pada saat itu sangatlah berat jika dilakukan oleh mereka yang lanjut usia.

William G. Morgan pun berfikir untuk membuat sesuatu yang akan mereka mainkan yang hanya membutuhkan kekuatan fisik yang lebih sedikit namun, masih dapat dimainkan dalam tim.

Akhirnya William G. Morgan menggabungkan beberapa jenis permainan populer seperti bola basket, bola tangan serta bulu tangkis dan ia bergerak untuk meminjam jaring tenis dan memasangnya setinggi 6 kaki dan 6 inci.

Dan pada akhirnya muncul lah olahraga baru yang ia sebut denganMintonette,karena menurutnya olahraga baru tersebut mirip dengan bulu tangkis.

Tepat pada tahun 1896, William G. Morgan mulai memperkenalkan dan mendemonstrasikan ke publik pada konferensi yang bertempat di kampus YMCA dan menjadi awal mula munculnya sejarah bola voli di dunia.

Sejarah Bola Voli di Dunia ( Peraturan Olahraga Bola Voli )

Pada tahun 1896 menjadi tahun terpenting pada sejarah bola voli di dunia.

Pada tahun ini peraturan permainan bola voli muncul peratama kali pada tahun 1896 dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Peraturan ditentukan dengan ketentuan 9 innings.
2. Setiap innings terdiri dari 2 macam yang pertama apabila masing-masing tempat terdapat satu orang pemain, maka setiap regu memiliki hak satu kali service, dan yang kedua yakni apabila masing-masing tempat ada dua orang pemain, maka masing-masing tim memiliki hak untuk melakukan tiga kali
3. Ukuran lapangan permainan memiliki ukuran panjang 16 meter dan lebar 8 meter.
4. Ukuran net berukuran 8 meter dan lebar 70 cm.
5. Bola yang dipakai adalah bola dengan ukuran inch dengan berat ounches, yang terbuat dari karet yang dilapisi dengan kulit kanvas.
6. Untuk server dilakukan dengan ketentuan berdiri dengan salah satu kaki di atas garis belakang pembatas lapangan, bola diharuskan dipukul dengan tangan.
7. Untuk service dilakukan sebelum melewati net, namun mengenai kawan seregu. Jika bola masuk ke lapangan lawan maka dianggap masuk atau sah, namun jika bola jatuh diluar lapangan permainan, maka server tidak akan diberikan kesempatan kedua kalinya untuk melakukan service.
8. Dalam perhitungan skor, service tidak dapat dikembalikan serta jika bola dalam permaiann yang tidak bisa dikembalikan maka tim yang melakukan service akan mendapatkan poin.
9. Jika bola menyentuh garis atau jatuh di atas garis maka dianggap sebagai bola keluar.
10. Setiap pemain diperbolehkan menyentuh bola dan memainkan di luar lapangan dan kemudian jatuh masuk ke dalam lapangan, maka dianggap sah.

Seiring bertambahnya waktu, maka dibuat perkembangan variasi peraturan dan penyempurnaan peraturan secara kontinyu dari tahun ke tahun sebagai berikut:

Pada tahun ini menjadi tahun terpenting pada sejarah bola voli di dunia karena sistem poin mulai diberalukan dengan jumlah 21 point untuk setiap satu set.

Pada tahun ini juga menjadi tahun terpenting pada sejarah bola voli di dunia karena komisi yang terdiri dari para ahli YMCA mulai ditugaskan untuk meninjau kembali peraturan permainan, salah satunya adalah diterapkannya sistem rotasi.

Tahun ini mulai diberlakukan sistem 15 point.

Tahun ini mulai ditentukan peraturan untuk ukuran tinggi net menjadi 2,40 meter serta perubahan jumlah pemain yang berada di lapangan ditentukan oleh 6 orang untuk setiap tim.

Mulai ditentukan penambahan garis tengah pada area lapangan.

Sudah diperbolehkannya pemain memainkan bola masing-masing 3 kali di dalam kandangnya sendiri.

Pada tahun ini ukuran lapangan sudah ditentukan seperti yang ada sekarang dengan ukuran panjang 18 meter dan lebar 9 meter.

Sejarah Berkembangnya Bola Voli

Setelah permainan bola voli diperkenalkan ke publik, permainan ini menjadi salah satu permainan yang disukai oleh warga Amerika pada saat itu.

Olahraga bola voli dirasa lebih mudah untuk dimainkan oleh siapa saja dan dapat dimainkan di ruang indoor ataupun outdoor.

Seiring dengan bertambahnya kepopuleran olahraga voli, tepat pada tahun 1916 menjadi tahun terpenting pada sejarah bola voli di dunia karena mulai diperkenalkan ke publik penggunaan teknik smash atau spike.

Dan pada tahun 1920 , mulai diciptakan kembali peraturan 3 kali sentuhan serta jumlah skor batas akhir menjadi 21 poin dari 15 poin.

Setelah diperkenalkan di Amerika dan mulai berkembang kepopulerannya, permainan voli mulai diperkenalkan di negara Kanada pada tahun 1900, pada tahun ini menjadi tahun terpenting pada sejarah bola voli di dunia.

Setelah kepopulerannya meluas ke beberapa negara lainnya, terbentuklah organisasi yang menaungi cabang olahraga voli di dunia pada tahun 1947 yang bernama Federation Internationale de VolleyBall atau disingkat dengan FIVB dan tahun ini menjadi tahun terpenting pada sejarah bola voli di dunia.

Sejarah Terbentuknya FIVB

Setelah muncul keberadaan federasi nasional olahraga bola voli di berbagai negara eropa, hal ini menjadi wacana untuk merealisasikan pembentukan badan induk bola voli di tingkat dunia.

Paul Libaud, pencetus inisiatif pembentukan federasi internasional akhirnya merealisasikan inisiatifnya dengan menggelar pertemuan para wakil federasi bola voli dari 14 negara.

Pertemuan ini dilakukan pada tahun 1947 dan menjadi tahun terpenting pada sejarah bola voli di dunia, tepatnya pada bulan April, dan dilakukan selama 2 hari .

Tujuan utama dari pertemuan ini adalah mempromosikan voli ke dunia dan menyatukan aturan permainan sekaligus mengadakan kompetisi internasional, dan menyertakan voli ke Olimpiade.

Pada akhirnya salah satu tujuan utama dari pertemuan tersebut terealisasikan.

Setelah pertemuan tersebut, IOC mendukung penambahan cabang bola voli untuk Olimpiade pada tahun 1964.

Paul Libaud seorang petinggi FIVB terpilih menjadi presiden pertama dan menjalani masa kepemimpinan selama 37 tahun, dan setelah itu pada tahun 1984 digantikan oleh Ruben Acosta, asal Meksiko.

Setelah pergantian presiden pada akhirnya FIVB mulai berpindah ke markas di Lausanne, Swiss untuk lebih dekat dengan kantor pusan IOC, meskipun pada awalnya induk organisasi FIVB mulai dibentuk di negara perancis.

Federasi anggota FIVB terbagi menjadi 5 konfederasi benua yakni, asia, eropa, amerika selatan, afrika, serta NORCECA yang meliputi kawasan utara, tengah dan kepulauan karibia.

Total anggota FIVB memiliki anggota sebanyak 222 federasi dari berbagai negara di dunia, diantaranya 54 di Afrika, Asia 65, Eropa 56, NORCECA 35 serta 12 di Amerika Selatan.

Pada tahun 1964 FIVB sudah memiliki tugas menjadi tim penyelenggara kompetisi bola voli diantaranya piala dunia, ajang kejuaraan dunia, serta dalam ajang olimpiade.

Namun, seiring berkembangnya permainan bola voli di era modern, FIVB juga bertugas untuk mengatur penerapan regulasi aturan agar setiap kompetisi terlaksana secara tepat.

Termasuk juga bertugas mengenalkan challenge system, yang memperbolehkan pemain, pelatih, hingga wasit untuk meminta tinjauan ulang atas keputusan yang meragukan dalam sebuah kompetisi atau pertandingan.

Pertama kali challenge system diperkenalkan pada saat kompetisi Olimpiade Rio pada tahun 2016 yang lalu.

> Baca juga awal mula sejarah permainan futsal

Nah, itu tadi rincian sejarah bola voli di dunia, serta perkembangannya di dunia, semoga bisa menambah wawasan kita semua.